hancur

0:00
0:00
hancur

Verse 1 – (Tenang, lirih, penuh beban): Aku pernah bertanya kenapa harus hidup, Kalau tiap harapan malah berujung redup. Langkah kecil, dunia terasa besar, Aku manusia, tapi jiwa ini sering tersasar. Mereka lihat aku kuat, padahal nyaris roboh, Senyum jadi topeng, luka udah penuh. Di sudut kamar, aku menangis diam, Cuma Tuhan yang tahu, aku sedang tenggelam. Chorus – (Melodi lembut penuh harapan): Aku jatuh tapi Kau tetap peluk, Saat semua pergi, hanya Kau yang duduk. Air mataku Kau ubah jadi hujan berkat, Walau rapuh, aku tak pernah benar-benar sesat. Verse 2 – (Rap lebih dalam dan terbuka): Dunia bilang: “Bangkit, jangan lemah,” Tapi mereka gak lihat perang batin tiap langkah. Aku punya dosa, aku pernah lari, Tapi Tuhan diam-diam tetap temani. Bahkan saat aku maki langit dan kecewa, Dia sabar tunggu aku pulang tanpa suara. Bukan karena aku layak disayang, Tapi karena kasih-Nya terlalu terang. Bridge – (Rap emotional penuh refleksi): Pernah berpikir Tuhan lupa nama ini, Tapi ternyata Dia ukir aku di telapak-Nya sendiri. Pernah benci hidup, pernah ingin berhenti, Tapi Dia datang, tanpa suara, tanpa pamrih. Chorus (ulang) – (nyanyi, penuh kekuatan): Aku jatuh tapi Kau tetap peluk, Saat semua pergi, hanya Kau yang duduk. Air mataku Kau ubah jadi hujan berkat, Walau rapuh, aku tak pernah benar-benar sesat. Outro – (Tenang, haru): Sekarang aku tahu, luka bukan akhir, Karena dalam luka, Kau justru hadir. Manusia lemah, tapi Kau tak pernah lari, Dan itu cukup… untuk aku terus berdiri.

8 Comments

Leave a comment

Author
11 months ago

Verse 1 – (Tenang, lirih, penuh beban): Aku pernah bertanya kenapa harus hidup, Kalau tiap harapan malah berujung redup. Langkah kecil, dunia terasa besar, Aku manusia, tapi jiwa ini sering tersasar. Mereka lihat aku kuat, padahal nyaris roboh, Senyum jadi topeng, luka udah penuh. Di sudut kamar, aku menangis diam, Cuma Tuhan yang tahu, aku sedang tenggelam. Chorus – (Melodi lembut penuh harapan): Aku jatuh tapi Kau tetap peluk, Saat semua pergi, hanya Kau yang duduk. Air mataku Kau ubah jadi hujan berkat, Walau rapuh, aku tak pernah benar-benar sesat. Verse 2 – (Rap lebih dalam dan terbuka): Dunia bilang: “Bangkit, jangan lemah,” Tapi mereka gak lihat perang batin tiap langkah. Aku punya dosa, aku pernah lari, Tapi Tuhan diam-diam tetap temani. Bahkan saat aku maki langit dan kecewa, Dia sabar tunggu aku pulang tanpa suara. Bukan karena aku layak disayang, Tapi karena kasih-Nya terlalu terang. Bridge – (Rap emotional penuh refleksi): Pernah berpikir Tuhan lupa nama ini, Tapi ternyata Dia ukir aku di telapak-Nya sendiri. Pernah benci hidup, pernah ingin berhenti, Tapi Dia datang, tanpa suara, tanpa pamrih. Chorus (ulang) – (nyanyi, penuh kekuatan): Aku jatuh tapi Kau tetap peluk, Saat semua pergi, hanya Kau yang duduk. Air mataku Kau ubah jadi hujan berkat, Walau rapuh, aku tak pernah benar-benar sesat. Outro – (Tenang, haru): Sekarang aku tahu, luka bukan akhir, Karena dalam luka, Kau justru hadir. Manusia lemah, tapi Kau tak pernah lari, Dan itu cukup… untuk aku terus berdiri.

Keep going hard my g, stay blessed always

1
10 months ago

Bars: Perfect 💯 Delivery: Perfect 💯 Impression: Perfect 💯

10 months ago

Respect 🤜🤛 Bars: Dope 🔥 Delivery: Dope 🔥 Impression: Dope 🔥

Stay lit ⚡ Bars: Perfect 💯 Delivery: Perfect 💯 Impression: Perfect 💯

11 months ago

Bars: Dope 🔥 Delivery: Dope 🔥 Impression: Dope 🔥

11 months ago

Bars: Perfect 💯 Delivery: Perfect 💯 Impression: Dope 🔥

11 months ago

Your beats? Scorching. Got everyone feeling the heat! 🚀

1
User avatar
205
Total plays
17
Followers
20
Following

You may also like